Ukurannya boleh jadi supermini, tetapi begitu cacing filarial bersarang di tubuh manusia, berbagai perubahan mengerikan bakal terjadi. Kegiatan cacing mini dalam tubuh itu mampu membuat kaki, tangan, payudara, bahkan, buah zakar penderitanya berubah menjadi berukuran ”raksasa”. Ini sering disebut dengan penyakit kaki gajah.
Melihat betapa mengerikannya penyakit itu, masih banyak orang di pedesaan meyakini, penyakit itu adalah penyakit keturunan, bahkan dianggap sebagai gangguan setan atau roh halus. Walau sangat jarang menyebabkan kematian, penyakit itu membuat penderita cacat dan tak produktif.
Wednesday, 2 December 2009
15.000 Aktivitas Seks di Luar Pernikahan
Di Medan, Sumatera Utara, paling tidak ada 15.000 aktivitas seks di luar pasangan resmi setiap malam. Dua per tiga dari pelakunya berisiko terserang HIV (human immunodeficiency virus). Sebagian besar risiko ini terdapat pada pelaku aktivitas seks kelas menengah ke bawah.
"Angka itu berasal dari aktivitas seks lawan jenis maupun sejenis. Kami menggolongkan tiga kelas aktivitas seks di Medan. Mereka terbagi dalam aktivitas seks kelas tinggi, menengah, dan rendah," tutur Ketua Panitia Peringatan Hari AIDS Sedunia dari Forum Simpul Hati, Perisma Tarigan, Senin (30/11) di Medan.
Perisma mengatakan, aktivitas seks kelas tinggi berlangsung di hotel berbintang. Mereka, berdasarkan data lapangan Forum Simpul Hati, lebih sadar melakukan seks sehat dengan menggunakan kondom, baik laki-laki maupun perempuan.
"Angka itu berasal dari aktivitas seks lawan jenis maupun sejenis. Kami menggolongkan tiga kelas aktivitas seks di Medan. Mereka terbagi dalam aktivitas seks kelas tinggi, menengah, dan rendah," tutur Ketua Panitia Peringatan Hari AIDS Sedunia dari Forum Simpul Hati, Perisma Tarigan, Senin (30/11) di Medan.
Perisma mengatakan, aktivitas seks kelas tinggi berlangsung di hotel berbintang. Mereka, berdasarkan data lapangan Forum Simpul Hati, lebih sadar melakukan seks sehat dengan menggunakan kondom, baik laki-laki maupun perempuan.
Sunday, 29 November 2009
Modifikasi Jangan Abaikan Perangkat Keselamatan!
JAKARTA - Punya ide modifikasi boleh-boleh saja, tapi kalau sampai mengabaikan perangkat-perangkat keselamatan berkendara, itu baru yang tidak boleh.
Bahkan Kepala Seksi Pelatihan Pendidikan Masyarakat Lantas Polri AKBP Subono menegaskan akan pentingnya perangkat keselamatan tersebut saat berkendara.
"Modifikasi harus tetap mempertahankan perangkat keselamatan seperti lampu, sein, spion dan sabuk pengaman," tegas dia.
Sebab, menurut dia perangkat-perangkat inilah yang menjadi alat bantu tubuh pengendaranya saat berkendara di jalan raya.
Dia mencontohkan, spion misalnya, untuk para pengendara sepeda motor, alat ini merupakan perpanjangan mata pengemudinya. "Ketika ingin belok tentu kita bisa melihat spion, tapi kalau tidak ada spion kita seperti buta tidak bisa melihat ke kiri atau ke kanan," paparnya.
"Modifikasi harus tetap mempertahankan perangkat keselamatan seperti lampu, sein, spion dan sabuk pengaman," tegas dia.
Sebab, menurut dia perangkat-perangkat inilah yang menjadi alat bantu tubuh pengendaranya saat berkendara di jalan raya.
Dia mencontohkan, spion misalnya, untuk para pengendara sepeda motor, alat ini merupakan perpanjangan mata pengemudinya. "Ketika ingin belok tentu kita bisa melihat spion, tapi kalau tidak ada spion kita seperti buta tidak bisa melihat ke kiri atau ke kanan," paparnya.
Friday, 2 October 2009
Hari Pengukuhan BATIK oleh UNESCO

ehem..ehem...
hari ini ke kampuz pke batik. yahuuu...bangga banget razanya bisa ikut melestarikan Budaya Asli Indonesia.
hari ini tanggal 2 oktober 2009 adalah hri dmn BATIK dapat pengakuan dari Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO).
UNESCO mengukuhkan batik sebagai Warisan Budaya Dunia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity).
luar biasa sekali, mengingatproses pengukuhan batik Indonesia yang cukup panjang, berawal pada 3 September 2008 yang kemudian diterima secara resmi oleh Unesco pada 9 Januari 2009. Tahap selanjutnya pengujian tertutup oleh Unesco di Paris pada 11-14 Mei 2009.
Friday, 18 September 2009
Akhir Aksi Sang Penebar Teror
Jakarta: Bersama Doktor Azahari, Noordin M. Top, menebar teror di Tanah Air. Setelah sembilan tahun diburu dan kerap lolos dalam sejumlah penyergapan, teroris asal Malaysia ini tewas dalam penyergapan di Solo, Jawa Tengah, Kamis (17/9) pagi [baca: Kapolri: Noordin M. Top Tewas].
Lahir di Malaysia 41 tahun lalu, Noordin belajar dan mengajar di Madrasah Lukmanul Hakim yang didirikan Abdullah Sungkar. Di sinilah, Noordin mengenal Azahari. Dari sekolah ini pula muncul nama-nama Ali Ghufron, Amrozi, dan Imam Samudra, pelaku bom Bali pertama.
Saat pemerintah Malaysia memburu pentolan Jamaah Islamiyah, Noordin dan Azahari lari ke Indonesia melalui Riau. Jika Azahari mahir merakit bom, Noordin dikenal piawai merekrut calon pelaku bom bunuh diri. Noordin juga melatih kelompok binaannya Thaifah Muqotilah atau pasukan tempur.
Setelah perburuan panjang, Azahari tewas dalam pengepungan oleh tim Detasemen Khusus 88 Antiteror di Malang, Jawa Timur, empat tahun lalu. Setahun kemudian, Noordin pun nyaris masuk dalam genggaman polisi ketika penyergapan besar-besaran di Wonosobo.
Dalam penyergapan di Temanggung, Jawa Tengah, bulan lalu, Noordin diyakini tewas meskipun belakangan tidak terbukti. Dan dalam penyergapan pagi tadi di Solo, Noordin bersama tiga orang lain dipastikan tewas. Ketiganya adalah Bagus Budi Pranoto alias Urwah, Susilo, dan Aryo Sudarso.
(di kutip dari Liputan 6 - Jumat, September 18)
Saat pemerintah Malaysia memburu pentolan Jamaah Islamiyah, Noordin dan Azahari lari ke Indonesia melalui Riau. Jika Azahari mahir merakit bom, Noordin dikenal piawai merekrut calon pelaku bom bunuh diri. Noordin juga melatih kelompok binaannya Thaifah Muqotilah atau pasukan tempur.
Setelah perburuan panjang, Azahari tewas dalam pengepungan oleh tim Detasemen Khusus 88 Antiteror di Malang, Jawa Timur, empat tahun lalu. Setahun kemudian, Noordin pun nyaris masuk dalam genggaman polisi ketika penyergapan besar-besaran di Wonosobo.
Dalam penyergapan di Temanggung, Jawa Tengah, bulan lalu, Noordin diyakini tewas meskipun belakangan tidak terbukti. Dan dalam penyergapan pagi tadi di Solo, Noordin bersama tiga orang lain dipastikan tewas. Ketiganya adalah Bagus Budi Pranoto alias Urwah, Susilo, dan Aryo Sudarso.
(di kutip dari Liputan 6 - Jumat, September 18)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Baca juga
-
Pasti kawan2 semua udah ga asing dengan yang namanya Gadget , tentu donk, di jaman digital seperti sekarang ini bisa dipastikan sebagian bes...
-
Valentine’s Day atau dalam bahasa Indonesia berarti Hari Kasih Sayang merupakan hari yang paling ditunggu. Hari dimana semuanya dipenuhi den...
-
Halo brosis, beberapa waktu yang lalu saya mengunjungi tempat makan yang cukup unik. Masih di daerah Bali dan tentunya sangat mudah di...
-
Dalam jumlah besar alkohol menjadi racun yang memengaruhi setiap sel tubuh. Namun, minum bir secukupnya ada manfaatnya, salah satunya adal...
-
Logo SVF Daerah yang memiliki pantai yang terkenal di bali dan tempat yang paling cozy buat liat sunrise beberapa hari lalu ngada...
